| Meraih Untung dari Bisnis Pembibitan Jamur |
|
|
|
| Rabu, 21 September 2011 08:23 | |||
Kelezatan masakan jamur sudah tidak diragukan lagi. Hampir semua lapisan masyarakat menyukainya. Karenanya, permintaan jamur semakin tinggi dan belum terpenuhi oleh petani jamur di Indonesia. Berdasarkan data MAJI (Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia), setiap hari Jawa Barat memproduksi lebih dari 30 ton jamur. Besarnya produksi jamur ini, mengindikasikan banyaknya pula petani jamur.
Ada sekitar 5.000 orang petani jamur merang, 600 petani jamur tiram, 200 orang petani jamur kuping. Jumlah ini belum dikalkulasikan dengan jumlah petani jamur di seluruh Indonesia. Besarnya lahan pertanian jamur, tentu saja membutuhkan bibit yang lebih besar lagi sehingga peluang pasar usaha pembibitan jamur sangat terbuka lebar. Ada beberapa kelebihan usaha pembibitan jamur dengan bisnis jamur segar. Pertama, kelembapan udara di Indonesia sangat cocok untuk tumbuhnya miselium jamur pada suhu 25°C. Kedua, waktu panen lebih cepat sehingga perputaran modal dan keuntungan lebih cepat pula, bisa dimulai dengan modal sedikit karena tidak membutuhkan banyak perawatan, dan lebih tahan lama sehingga bisa dipasarkan lebih luas ke seluruh Indonesia. Sebelum memulai pembibitan jamur, petani mesti mengenal terlebih dahulu perencanaan dan tahapannya. Tahapan ini membutuhkan kondisi lingkungan yang steril, sarana memadai, dan tenaga ahli yang mengerti proses pembibitan jamur dan turunannya. Umumnya, pembibitan jamur terbagi atas empat tahap, yakni F0, F1, F2, dan baglog. Selain itu, dibutuhkan pengaturan dari laboratorium, mediating, sterilisasi, inokulasi, dan inkubasi. Berbagai hal perencanaan dan tahapan ini secara praktis dan mudahnya bisa Anda temukan dalam buku Bisnis Pembibitan Jamur Tiram, Jamur Merang, & Jamur Kuping terbitan AgroMedia Pustaka. Buku ini akan memandu Anda langkah demi langkah dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh kalangan pemula sekalipun, sehingga Anda bisa menerapkannya untuk memperoleh hasil yang diharapkan. Muad Asegab, seorang sarjana IPB dan praktisi usaha pembibitan jamur ini akan menjelaskan kepada Anda dalam membangun atau mengembangkan usaha pembibitan tiga jenis jamur berkualitas, mulai dari prospek usaha pembibitan jamur, mengenali jamur dari berbagai aspeknya, merencanakan usaha pembibitan jamur, peralatan yang dibutuhkan, membuat bibit F0, bibit F1, dan bibit F2, membuat baglog, penanganan hama dan penyakit, hingga tindakan panen dan pascapanen. Selain itu, dilengkapi pula dengan analisis usaha atau simulasi biaya dan keuntungan yang diperoleh sesuai besaran skala usaha yang dibangun. Dengan begitu, Anda akan lebih terbantu lagi dalam menyusun anggarannya sesuai kecukupan modal yang dimiliki. Selamat berkarya…!
|
Cari buku berdasarkan harga
Populer
Terbaru
Katalog Buku
Psikologi Populer Agrobisnis Buku Anak Bahasa Bakul Kuliner Populer Bisnis Burung Peliharaan Citra Rasa Asia Citra Rasa Nusantara Ekologi/lingkungan Gerobak Tukang Sayur Hewan Peliharaan Humor Ibadah dan Doa Ikan Hias Ikan Konsumsi Islamic Novel kesehatan Kesehatan Islami Ketrampilan Kisah-kisah Islami Kreasi Kreatif Masakan/minuman Mom's Guide Pastry Trendy Peng. Diri Pribadi Muslim Penunjang Pelajaran Perawatan Tanaman Perikanan Perkebunan Peternakan Psikologi & Peng. Diri Psikologi Parenting Menu Sehat Lezat Smart Akhwat Tanaman Buah Tanaman Hias & Taman Tanaman Sayur Teknik & IT Teknologi Pertanian Tuntunan Unggas Bisnis Wawasan Islami Fiksi Non-fiksi Sukses Usaha Boga Politik/Hukum Fashion & KecantikanList All Products |
|
|
Advanced Search |



Kelezatan masakan jamur sudah tidak diragukan lagi. Hampir semua lapisan masyarakat menyukainya. Karenanya, permintaan jamur semakin tinggi dan belum terpenuhi oleh petani jamur di Indonesia. Berdasarkan data MAJI (Masyarakat Agribisnis Jamur Indonesia), setiap hari Jawa Barat memproduksi lebih dari 30 ton jamur. Besarnya produksi jamur ini, mengindikasikan banyaknya pula petani jamur.