Posisi Anda :
| Meraih Keajaiban Hidup dengan Puasa |
|
|
|
| Rabu, 14 Juli 2010 06:27 | |||
|
Aku tak bisa duduk lebih dari setengah jam. Selebihnya, aku merasa betisku mengalami kekeringan dan aku pun tidak mampu bergerak lagi. Aku mencoba mengobati penyakitku dalam jangka waktu yang cukup lama, tetapi semua usahaku tidak membuahkan hasil, padahal kemajuan di bidang kesehatan yang cukup fantastis telah memasuki kehidupan negeriku. Akan tetapi, dengan izin Allah SWT, aku berkenalan dengan seorang pemuda Negro yang beragama Islam. Pada suatu hari, ia mengajakku untuk pergi ke masjid. In juga memperkenalkan agama Islam kepadaku. Saat itu, kami berada pada hari-hari pertama di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Aku terkagum-kagum pada konsep puasa atau yang disebut dengan shaum. Namun, ketika itu aku belum mempraktikkannya, aku menunda sedikit dalam mengambil keputusan untuk menyatakan diri masuk Islam dan keinginan untuk melaksanakan shaum. Sebenarnya, batinku mengakui bahwa Islam-lah yang sangat dekat dengan hatiku dan lebih aku cintai dari agama lain, karena Islam mengandung dasar dasar yang luhur dan adil, yang menolak diskriminasi antarmanusia. Aku mencoba untuk melakukan shaum sebelum aku mengumumkan keislamanku. Aku melaksanakan shaum persis seperti yang dilaksanakan kaum muslim. Dalam menjalani shaum, aku dibantu oleh temanku, pemuda negro tadi. Pada saat berbuka, aku selalu mengacu kepada menu berupa kurma, air susu, satu porsi jus buah, dan sayur-mayur segar. Setelah itu, aku tidak makan apa-apa kecuali satu porsi makanan berat saat sahur. Setelah beberapa waktu berlalu, aku merasakan kemajuan yang sangat besar pada kondisi badanku. Aku bisa berjalan dalam jarak yang cukup jauh, dan alhamdulillah semua penyakitku hilang. Padahal, sebelumnya aku merasakan banyak penderitaan karenanya. Pada saat itu, aku menemukan jalan satu-satunya yang pantas untuk merealisasikan rasa syukurku kepada Allah, yang telah melimpahkan nikmat kepadaku, dan jalan itu tidak lain adalah menyatakan diri untuk masuk Islam setelah aku merasakan keyakinan yang sempurna terhadap agama ini. Demikian sebagian kisah nyata yang diceritakan di dalam buku “Dahsyatnya Puasa Wajib & Sunah”. Kisah ini membuka cara berpikir kita untuk mengenal keajaiban puasa melalui pengalaman nyata yang dirasakan para pengamalnya. Buku terbitan QultumMedia ini memberikan jalan dalam menempuh hidup sehat, sukses, & bahagia melalui bingkai amal ibadah puasa wajib dan sunah. Di dalam buku yang ditulis oleh Akhyar As-Shiddiq Muhsin, Lc. & Dahlan Hamawisastra, Lc ini berisi kisah-kisah menakjubkan para pengamal puasa, penjelasan shaum, shiam, dan puasa, meraup pahala dengan etika puasa, meraih dahsyatnya puasa, keutamaan puasa dibanding ibadah lain, macam-macam puasa, keutamaan puasa-puasa sunah, dan evaluasi diri (muhasabah) dalam memperbaiki amal ibadah. Dengan mengamalkan buku ini, insyaAllah Anda akan mendapatkan perisai atau benteng yang dapat melindungi diri dari kelemahan rohani dan jasmani. Maka, akan tumbuh pula kekuatan cita-cita, kehendak, dan kemauan (iradah). Dengan begitu, hidup Anda akan penuh dengan keajaiban yang akan mengantarkan Anda ke dalam kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
|
Cari buku berdasarkan harga

Selamat Menunaikan
Ibadah Puasa
Ramadhan
1431 Hijriyah
Populer
Terbaru
Katalog Buku
Psikologi Populer Agrobisnis Buku Anak Bahasa Bakul Kuliner Populer Bisnis Burung Peliharaan Citra Rasa Asia Citra Rasa Nusantara Ekologi/lingkungan Gerobak Tukang Sayur Hewan Peliharaan Humor Ibadah dan Doa Ikan Hias Ikan Konsumsi Islamic Novel kesehatan Kesehatan Islami Ketrampilan Kisah-kisah Islami Kreasi Kreatif Masakan/minuman Mom's Guide Pastry Trendy Peng. Diri Pribadi Muslim Penunjang Pelajaran Perawatan Tanaman Perikanan Perkebunan Peternakan Psikologi & Peng. Diri Psikologi Parenting Menu Sehat Lezat Smart Akhwat Tanaman Buah Tanaman Hias & Taman Tanaman Sayur Teknik & IT Teknologi Pertanian Tuntunan Unggas Bisnis Wawasan Islami Fiksi Non-fiksiTampilkan Semua Judul |
|
|
Pencarian Spesifik |






Bagiku, puasa memiliki keutamaan yang sangat besar. Semenjak aku berusia tiga tahun, aku menderita radang sendi yang cukup parah. Meskipun radang tersebut tidak kronis, namun aku merasakan penderitaan yang sangat. Penyakit itu membuatku tidak mampu berjalan dalam jarak yang jauh, padahal aku masih remaja.