Posisi Anda :
| Menggapai Hidup Bahagia Dunia Akhirat dengan Ikhlas |
|
|
|
| Senin, 08 Februari 2010 18:09 | |||
Ikhlas dan kebenaran adalah satu paket. Tidak bisa disebut ikhlas, jika disematkan kepada suatu pekerjaan yang melanggar aturan agama. Ikhlas menurut istilah adalah berbuat kebajikan murni karena Allah SWT. Ikhlas menempati posisi yang sangat penting dalam nilai ibadah seseorang.Imam Al-Ghazali pernah menukil dari hadits Rasulullah SAW. Bahwasanya semua manusia merugi, kecuali orang-orang yang berilmu. Semua orang berilmu merugi, kecuali mereka yang mengamalkan ilmunya. Semua manusia yang mengamalkan ilmunya merugi, kecuali mereka yang melakukannya dengan penuh keikhlasan. Imam Al-Junaid mengatakan, "Keikhlasan adalah rahasia antara Allah dan hamba yang tidak diketahui oleh malaikat (sekalipun) hingga tidak ia catat, juga tidak diketahui oleh setan hingga tidak ia rusak." Selain itu, ikhlas menjadi pelapang hati seorang mukmin. Setiap pekerjaan yang dilakukan secara terpaksa atau bukan karena Allah, ia lebih mudah labil, tidak istiqamah, dan tersimpan kegelisahan. Di dalam banyak kisah diceritakan, ikhlas telah menyelamatkan pemiliknya (mukhlisihin), baik dari bencana dunia maupun dosa. Misalnya, disebutkan dari kisah tiga orang pemuda yang terperangkap di dalam goa. Lalu, masing-masing berdoa dengan amal kebajikan yang telah dilakukannya dengan ikhlas karena Allah SWT. Akhirnya, Allah pun mengabulkan doa tersebut dan membukakan batu yang menutupi pintu goa tersebut. Bahkan, setan menjadi takut dan kalah menghadapi hamba-Nya yang berbuat kebajikan dengan ikhlas karena Allah SWT. Setan dengan segala tipu dayanya akan terus berusaha agar ia bisa menang, seperti melalui bujukan harta, kedudukan, atau syahwat. Namun, jika seorang hamba ikhlas, niscaya setan tidak akan mampu mengalahkannya, sekalipun dengan bujukan dan tipu daya apa pun. Pribadi-pribadi yang ikhlas akan senantiasa dicintai Allah dan makhluk-Nya. Kemudian, karena ikhlas letaknya di dalam hati, bagaimana mengukur kadar keikhlasan seseorang? Apa saja rahasianya? Bagaimana caranya agar kita bisa berbuat ikhlas? Apa saja hal-hal yang menjadi penghalang keikhlasan? Apa saja hikmah dan manfaat ikhlas bagi seorang mukmin, baik di dunia maupun di akhirat? Buku "Meraih Dahsyatnya Ikhlas" karya Ahmad Hadi Yasin ini akan menjelaskannya secara terperinci dan mudah kepada Anda. Selain mampu menjawab segala keraguan Anda, buku ini bisa mereformasi hidup Anda dari yang biasa menjadi luar biasa sehingga hidup Anda mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan. Buku terbitan QultumMedia ini, merupakan buku yang berkorelasi dengan buku-buku yang ditulis sebelumnya oleh penulis yang aktif di Yayasan Wakaf Al-Muhajirin, Pondok Kelapa ini. Salah satunya ialah buku "Dahsyatnya Sabar" yang mendapatkan sambutan besar dari masyarakat Indonesia.
|
Cari buku berdasarkan harga
Populer
Terbaru
Katalog Buku
Psikologi Populer Agrobisnis Buku Anak Bahasa Bakul Kuliner Populer Bisnis Burung Peliharaan Citra Rasa Asia Citra Rasa Nusantara Ekologi/lingkungan Gerobak Tukang Sayur Hewan Peliharaan Humor Ibadah dan Doa Ikan Hias Ikan Konsumsi Islamic Novel kesehatan Kesehatan Islami Ketrampilan Kisah-kisah Islami Kreasi Kreatif Masakan/minuman Mom's Guide Pastry Trendy Peng. Diri Pribadi Muslim Penunjang Pelajaran Perawatan Tanaman Perikanan Perkebunan Peternakan Psikologi & Peng. Diri Psikologi Parenting Menu Sehat Lezat Smart Akhwat Tanaman Buah Tanaman Hias & Taman Tanaman Sayur Teknik & IT Teknologi Pertanian Tuntunan Unggas Bisnis Wawasan Islami Fiksi Non-fiksiTampilkan Semua Judul |
|
|
Pencarian Spesifik |




Ikhlas dan kebenaran adalah satu paket. Tidak bisa disebut ikhlas, jika disematkan kepada suatu pekerjaan yang melanggar aturan agama. Ikhlas menurut istilah adalah berbuat kebajikan murni karena Allah SWT. Ikhlas menempati posisi yang sangat penting dalam nilai ibadah seseorang.