| Mengenal & Mencegah Flu Burung pada Ayam |
|
|
|
| Selasa, 27 September 2011 03:15 | |||
|
Seperti kita ketahui, perkembangan dan penyebaran penyakit pada ayam dari waktu ke waktu semakin kompleks dan meluas. Berdasarkan hal itu pula, Ir. Roni Fadilah, SE & Drh. Agustin Polana menulis buku Mengatasi 71 Penyakit Pada Ayam yang diterbitkan oleh AgroMedia Pustaka. Di dalam buku ini, kedua penulis mencoba mengelompokan penyakit pada ayam menjadi beberapa bagian, yaitu penyakit pada jaringan kulit, penyakit pada saluran pernapasan, penyakit pada saluran reproduksi, penyakit pada saluran pencernaan selain usus, penyakit pada usus, penyakit gangguan sistem saraf pusat, penyakit sistem peredaran darah, penyakit pada organ hati, dan penyakit pada sistem otot rangka. Salah satu penyakit pada ayam yang menyerang saluran pernapasa yang cukup membahayakan dan mempunyai tingkat penularan tinggi adalah flu burung atau Avian Influenza (AI). Penyakit ini disebabkan oleh virus yang diklasifikasikan ke dalam orthomyxoviruses yang memiliki tiga tipe, yaitu tipe A, B, dan C. Penyakit ini menyebabkan banyak kerugian pada usaha peternakan unggas, termasuk peternakan ayam. Untuk memastikan apakah ayam terkena flu burung, ada baiknya perhatikan gejala yang tampak. Gejala klinis yang tampak jelas, yaitu ayam mengalami gejala demam dan depresi yang hebat. Bulu di sekitar belakang leher dan punggung berdiri. Selain itu, terlihat jelas gejala di bagian tubu yang tidak berbulu seperti muka dan kaki. Secara umum, muka ayam tampak pucat, jengger, dan pial terjadi pendarahan di bawah kulit (subcutaneous) yang berat, mengeluarkan lendir dari rongga hidung dan mulut. Serangan akut menunjukkan gejala adanya gangguan pernapasan seperti batuk, bersin, dan terjadi peradangan pada rongga hidung (sinusitis) yang hebat. Selain itu, muncul gejala lain seperti mata berair, badan lemah, produksi telur menurun drastis, diare, terjadi pembengkakan (edema) di bagian kepala dan muka, serta ayam tampak gelisah (nervous). Hingga kini, belum ada obat yang efektif mengatasi penyakit AI. Meski demikian, penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi secara berkala, melaksanakan program biosekuriti, mengisolasi peternakan yang terkena AI, memusnahkan semua ayam yang terinfeksi, melarang keluar masuk peralatan, orang, dan kendaraan ke daerah yang terserang AI, melakukan program penyemprotan insektisida berspektrum luar dan program pemusnahan tikus, melakukan pembersihan kandang dan peralatan kandang, melakukan pencucian kandang dengan larutan deterjen, serta melakukan desinfeksi secara rutin dan berkala.
|
Cari buku berdasarkan harga
Populer
Terbaru
Katalog Buku
Psikologi Populer Agrobisnis Buku Anak Bahasa Bakul Kuliner Populer Bisnis Burung Peliharaan Citra Rasa Asia Citra Rasa Nusantara Ekologi/lingkungan Gerobak Tukang Sayur Hewan Peliharaan Humor Ibadah dan Doa Ikan Hias Ikan Konsumsi Islamic Novel kesehatan Kesehatan Islami Ketrampilan Kisah-kisah Islami Kreasi Kreatif Masakan/minuman Mom's Guide Pastry Trendy Peng. Diri Pribadi Muslim Penunjang Pelajaran Perawatan Tanaman Perikanan Perkebunan Peternakan Psikologi & Peng. Diri Psikologi Parenting Menu Sehat Lezat Smart Akhwat Tanaman Buah Tanaman Hias & Taman Tanaman Sayur Teknik & IT Teknologi Pertanian Tuntunan Unggas Bisnis Wawasan Islami Fiksi Non-fiksi Sukses Usaha Boga Politik/Hukum Fashion & KecantikanList All Products |
|
|
Advanced Search |



Kebutuhan masyarakat untuk mengonsumsi ayam broiler memang cukup tinggi. Oleh karena itu, tidak sedikit orang yang mencoba peruntungannya dengan membuka peternakan ayam broiler. Sayangnya, penyakit pada ayam kerap menghantui para peternak. Karenanya dibutuhkan informasi yang lengkap dan tindakan yang tepat untuk mencegahnya.