| Teknik Penyifonan Kolam Budi Daya Gurami |
|
|
|
| Ditulis oleh News Room | |||
| Selasa, 15 Juni 2010 03:38 | |||
Kegiatan lain yang tidak kalah penting dalam budi daya gurami di kolam terpal adalah penyifonan. Tujuannya agar di dasar kolam terpal tidak terdapat tanah dan mikroorganisme pengurai kotoran. Karena itu, sisa pakan dan kotoran di dalam kolam harus dikeluarkan. Salah satunya dilakukan dengan teknik penyifonan minimum dilakukan satu bulan sekali.
2. Tenggelamkan ujung slang yang berada di dalam kolam hingga mencapai dasar kolam. Goyangkan ujung slang ke seluruh bagian dasar kolam yang banyak mengandung kotoran. Lakukan hingga air yang keluar tidak lagi mengandung kotoran.
|
|||
| Terakhir diperbarui, Selasa, 15 Juni 2010 03:47 |
Cari buku berdasarkan harga
Populer
Terbaru
Katalog Buku
Psikologi Populer Agrobisnis Buku Anak Bahasa Bakul Kuliner Populer Bisnis Burung Peliharaan Citra Rasa Asia Citra Rasa Nusantara Ekologi/lingkungan Gerobak Tukang Sayur Hewan Peliharaan Humor Ibadah dan Doa Ikan Hias Ikan Konsumsi Islamic Novel kesehatan Kesehatan Islami Ketrampilan Kisah-kisah Islami Kreasi Kreatif Masakan/minuman Mom's Guide Pastry Trendy Peng. Diri Pribadi Muslim Penunjang Pelajaran Perawatan Tanaman Perikanan Perkebunan Peternakan Psikologi & Peng. Diri Psikologi Parenting Menu Sehat Lezat Smart Akhwat Tanaman Buah Tanaman Hias & Taman Tanaman Sayur Teknik & IT Teknologi Pertanian Tuntunan Unggas Bisnis Wawasan Islami Fiksi Non-fiksi Sukses Usaha Boga Politik/Hukum Fashion & KecantikanList All Products |
|
|
Advanced Search |



Kegiatan lain yang tidak kalah penting dalam budi daya gurami di kolam terpal adalah penyifonan. Tujuannya agar di dasar kolam terpal tidak terdapat tanah dan mikroorganisme pengurai kotoran. Karena itu, sisa pakan dan kotoran di dalam kolam harus dikeluarkan. Salah satunya dilakukan dengan teknik penyifonan minimum dilakukan satu bulan sekali.
1. Siapkan slang berdiameter ½ inchi. Sambungkan bagian ujung slang yang dimasukkan ke dalam kolam dengan paralon yang sudah dilubangi di banyak tempat, hingga berbentuk seperti huruf T. Letakkan salah satu ujung slang di tempat yang lebih rendah dari dasar kolam (saluran pembuangan). Sementara itu, ujung slang yang lain dimasukkan ke dalam kolam. Sedot ujung slang yang berada di luar kolam dengan bantuan mesin diesel.
3. Penyifonan dilakukan hingga ketinggian air di kolam berkurang 20—30 cm. Setelah itu, tambahkan air baru hingga ketinggian semula.
4. Untuk mencegah masuknya penyakit dari air yang baru, taburkan garam 100 gram/m3 setelah penyifonan.
Berdasarkan pengalaman penulis, jika kita sudah mahir menyifon, tinggi air hanya berkurang atau menurun sekitar 20 cm. Namun, jika belum mahir, ketinggian air setelah penyifonan bisa berkurang 30—40 cm.
Selain penyifonan, tentu saja hal lainnya perlu diperhatikan juga dalam budi daya gurami di kolam terpal, seperti jenis pakan dan pengaturannya, pemberian probiotik laktobasillus, probiotik nitrobacter, dan vitamin, serta penggaraman. Dan masih banyak hal lainnya yang penting diperhatikan dalam menunjang kesuksesan budi daya gurami.