| Membersihkan Racun di Dalam Tubuh Vol. 1 |
|
|
|
| Ditulis oleh News Room | |||||||
| Rabu, 15 Juli 2009 17:31 | |||||||
|
Kebiasaan buruk mengonsumsi makanan siap saji yang cenderung tidak alami dan banyak mengandung zat adiktif harus segera diubah. Fungsi organ tubuh akan bekerja lebih baik apabila asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari memenuhi standar nutrisi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Jika tubuh tidak memperoleh nutrisi yang diperlukan, tubuh akan mudah sakit. Sebagian racun di dalam tubuh ada yang tidak dapat diubah atau sulit dibuang dari tubuh. Hal ini disebabkan liver tidak mampu lagi memproses pengeluaran racun yang sudah terakumulasi melampaui batas. Racun yang masuk ke dalam sistem saraf dan jaringan lemak tubuh secara perlahan akan masuk ke aliran darah dan menimbulkan penyakit. Berbagai keluhan penyakit seperti, kolesterol, diabetes, kanker, tumor, serta asam urat kebanyakan dipicu oleh makanan, zat aditif, dan radikal bebas yang disebabkan polusi udara. Mengonsumsi bahan pangan organik merupakan suatu pilihan yang mampu memberikan solusi sehat.
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani diet detoks. Niat dan disiplin tinggi dalam mengawali diet detoks sangat menentukan hasil akhir yang ingin dicapai. Beberapa tujuan orang melakukan detoksifikasi di antaranya agar tubuh langsing, sembuh dari sakit kronis, mengubah penampilan fisik dari yang biasa menjadi luar biasa, menjadikan kulit halus lembut, serta agar tubuh selalu sehat, enerjik, dan bugar sepanjang hari. Namun, melakukan diet detoks sebenarnya tidak harus menunggu ketika penyakit sudah datang. Orang yang terlihat sehat tetap memerlukan diet detoks untuk mengeluarkan racun yang telah menumpuk di dalam tubuh. Secara umum, tujuan detoks adalah mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Karena itu, perlu diingat apa yang harus dikonsumsi dan apa yang tidak boleh dikonsumsi. Pada program detoks ini sebaiknya menjalani program detoks selama 12 hari.
Untuk penyembuhan penyakit yang serius dan kronis seperti jantung koroner, kanker, diabetes, gangguan tiroid, dan penyakit degeneratif lainnya perlu dilanjutkan program detoks 12 hari kedua. Jika diperlukan bisa diteruskan sampai ke program detoks 12 hari ketiga. Bersambung ke vol. 2.... * Artikel ini dikutip dari buku "Buku Pintar Hidup Sehat Cara Mas Dewo". Bambang Sudewo.
|
|||||||
| Terakhir diperbarui, Rabu, 15 Juli 2009 17:31 |
Cari buku berdasarkan harga
Populer
Terbaru
Katalog Buku
Psikologi Populer Agrobisnis Buku Anak Bahasa Bakul Kuliner Populer Bisnis Burung Peliharaan Citra Rasa Asia Citra Rasa Nusantara Ekologi/lingkungan Gerobak Tukang Sayur Hewan Peliharaan Humor Ibadah dan Doa Ikan Hias Ikan Konsumsi Islamic Novel kesehatan Kesehatan Islami Ketrampilan Kisah-kisah Islami Kreasi Kreatif Masakan/minuman Mom's Guide Pastry Trendy Peng. Diri Pribadi Muslim Penunjang Pelajaran Perawatan Tanaman Perikanan Perkebunan Peternakan Psikologi & Peng. Diri Psikologi Parenting Menu Sehat Lezat Smart Akhwat Tanaman Buah Tanaman Hias & Taman Tanaman Sayur Teknik & IT Teknologi Pertanian Tuntunan Unggas Bisnis Wawasan Islami Fiksi Non-fiksi Sukses Usaha Boga Politik/Hukum Fashion & KecantikanList All Products |
|
|
Advanced Search |



Di dalam tubuh terdapat racun dan kotoran yang telah tertimbun selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Racun ini mesti dibersihkan atau dikeluarkan dengan proses detoksifikasi. Tujuannya, agar fungsi pencernaan bekerja normal kembali dan mempercepat proses pembuangan racun dari dalam tubuh. Selain itu, berfungsi memberikan asupan nutrisi (zat gizi) yang diperlukan tubuh sehingga organ pencernaan dapat bekerja dengan baik.
