Posisi Anda :
| Bicara dengan Trik Kartu Nama pada Opening Seremonial |
|
|
|
| Ditulis oleh News Room | |||
| Rabu, 09 Desember 2009 17:04 | |||
Teknik opening pada dasarnya bertujuan memukau perhatian publik supaya terfokus kepada apa yang dibicarakan. Sebenarnya, hambatan membuka pembicaraan bukan hanya di area public speaking, tetapi juga masalah interpersonal communication. Tak jarang setelah berkenalan dengan seseorang, terutama orang-orang yang bisa memengaruhi impian, tiba-tiba mulut menjadi "terkunci". Tidak tahu apa yang harus dibicarakan.Di dalam masalah public speaking juga sering mengalami kendala yang sama, terutama saat berada di tengah sebuah forum yang baru dikenal. Untuk mengatasi kendala ini, seorang pembicara yang handal harus mengetahui topik apa saja yang bisa menarik dan memukau perhatian audien. Trik memilih topik yang dapat membuat audiensi tertarik terhadap apa yang dibicarakan bisa didapatkan dari trainer Dale Carnegie Indonesia yang dipandu Paul J. Siregar. Menurutnya, mengidentifikasi topik yang mampu menyedot perhatian seseorang bisa dilakukan hanya dari melihat selembar kartu nama. Amati sebuah kartu nama, entah itu milik klien atau kartu nama Anda sendiri. Apa saja yang Anda temukan? Saat melihat kartu nama, beberapa informasi bisa Anda peroleh. Misalnya, dari nama yang tertulis bisa ditebak kira-kira etnis atau asal sukunya. Anda bisa saja mendapatkan materi mengenai kebiasaan, ciri-ciri khusus, hingga kebudayaan suku tersebut. Dari sana, akan diperoleh apa saja yang mereka suka atau hal yang tidak disukai. Berikutnya, mungkin bisa melihat gelarnya. Dari gelar yang menyertainya, Anda bisa mengetahui disiplin ilmu yang dimiliki lawan bicara. Sebenarnya, yang demikian itu sudah bisa menjadi sebuah topik yang menarik perhatian mereka saat dibicarakan. Selanjutnya, Anda mungkin menemukan nama perusahaan atau logo perusahaan. Dari sini, Anda bisa mengenali bidang kerja perusahaan itu atau bahkan mengenal secara spesifik pekerjaan yang digeluti lawan bicara. Misalnya, saat berkenalan dengan seseorang dan diberi sebuah kartu nama yang berlabel Dinas Pertanian, Anda bisa membuka topik obrolan yang menarik, seperti melontarkan kalimat pembuka yang terkait dengan kenaikan harga kedelai atau pupuk. Itu sangat membantu Anda menggali informasi mengenai lawan bicara hanya dari selembar kartu nama. Metode kartu nama cukup mudah untuk dipraktikkan. Coba sekarang buka dompet atau koleksi kartu nama yang Anda miliki. Ambil selembar, kemudian amati secara saksama. Ternyata banyak hal yang bisa Anda dapatkan. Mudah bukan? Bagaimana dengan teknik-teknik lainnya agar pembicaraan kita memikat orang lain. Simak penjelasannya secara detil di dalam buku "Mendulang Rupiah Lewat Kemampuan Berbicara" karya Kevin Steede, Ph.D. Buku terbitan Tangga Pustaka ini mengulas banyak hal tentang komunikasi berikut problematika dan trik-triknya sehingga pembicaraan menjadi bernilai. Bahkan, tentu saja jika dilihat dari sisi bisnis, akan bisa menghasilkan banyak uang. Anda percaya? Silakan buktikan!
|
|||
| Terakhir diperbarui, Rabu, 09 Desember 2009 17:09 |
Cari buku berdasarkan harga
Populer
Terbaru
Katalog Buku
Psikologi Populer Agrobisnis Buku Anak Bahasa Bakul Kuliner Populer Bisnis Burung Peliharaan Citra Rasa Asia Citra Rasa Nusantara Ekologi/lingkungan Gerobak Tukang Sayur Hewan Peliharaan Humor Ibadah dan Doa Ikan Hias Ikan Konsumsi Islamic Novel kesehatan Kesehatan Islami Ketrampilan Kisah-kisah Islami Kreasi Kreatif Masakan/minuman Mom's Guide Pastry Trendy Peng. Diri Pribadi Muslim Penunjang Pelajaran Perawatan Tanaman Perikanan Perkebunan Peternakan Psikologi & Peng. Diri Psikologi Parenting Menu Sehat Lezat Smart Akhwat Tanaman Buah Tanaman Hias & Taman Tanaman Sayur Teknik & IT Teknologi Pertanian Tuntunan Unggas Bisnis Wawasan Islami Fiksi Non-fiksi Sukses Usaha Boga Politik/Hukum Fashion & KecantikanList All Products |
|
|
Advanced Search |
WahyuMedia | GagasMedia | TransMedia | MediaKita | KawanPustaka | IndonesiaTera | Bukune | VisiMedia | RuangKata | Gradien | CMedia | LinguaKata | AnakKita



Teknik opening pada dasarnya bertujuan memukau perhatian publik supaya terfokus kepada apa yang dibicarakan. Sebenarnya, hambatan membuka pembicaraan bukan hanya di area public speaking, tetapi juga masalah interpersonal communication. Tak jarang setelah berkenalan dengan seseorang, terutama orang-orang yang bisa memengaruhi impian, tiba-tiba mulut menjadi "terkunci". Tidak tahu apa yang harus dibicarakan.